Transportasi
Sistem Transportasi
Oleh AdminJum'at, 28 September 2012 18:27 WIB | Dibaca 7.499 kali

Transportasi Darat

Terminal angkutan umum yang ada di Pulau Morotai adalah Terminal Daruba dan Terminal Sangowo. Terminal Daruba dengan luas 402 m2 (22,84 x 17,82m) melayani angkutan desa bahkan untuk Terminal Sangowo dalam kondisi rusak 2.5.1.   dan ditumbuhi ilalang. Kedua kota kecamatan tersebut merupakan rute angkutan umum dengan trayek Daruba – Sangowo melewati Wawama, Sabatai, Daeo, Sambiki. Jenis kendaraan yang digunakan untuk angkutan tersebut cukup beragam.

Angkutan darat yang melayani di Pulau Morotai adalah ojek sepeda motor, becak, angkutan umum dan bis / truk serta gerobak. Ojek merupakan sarana paling banyak.   Kondisi di Kabupaten Morotai untuk pergerakan orang, barang dan jasa dengan menggunakan angkutan darat relatif dilakukan dalam jarak yang pendek dan daya angkut yang rendah. Pergerakan orang dengan menggunakan ojek disebabkan oleh keterbatasan keberadaan angkutan umum dan jaringan trayek angkutan umum.

Transportsi Laut

Pelabuhan Penyeberangan Daruba merupakan pelabuhan regional dengan konstruksi beton dengan ukuran dermaga 58 x 7 m. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan umum kelas V yang melayani rute antar kecamatan dan antar kabupaten.

Pelabuhan Daruba merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan di Pulau Morotai dengan lintas penyeberangan Daruba – Tobelo berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 33/1995 berjarak 12 mil. Lintas tersebut dilayani oleh kapal cepat dan kapal penyeberangan berkapasitas 600 GT.


 

Tabel 2.34.  Jumlah Penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Daruba

 

2004

2005

2006

2007

2008

Orang

13.998

7.090

3.077

2.250

1.340

Kendaraan (Unit)

-

-

-

72

-

Sumber : Statistika Perhubungan, 2008

Tabel 2.35. Nama dan Bobot Kapal yang beroperasi di Lintas Tobelo-Daruba

No.

Nama Kapal

Bobot

1.

Ridho Rahmat

10 GT

2.

Sidanggali Perdana

5 GT

3.

Tobelo Star

3 GT

4.

Rejeki Jidan

3 GT

5.

Rahayu Tunggal

7 GT

6.

Labombo

15 GT

7.

Sukaina

3 GT

Sumber : RTR Morotai, 2006

Angkutan laut yang melayani di perairan Pulau Morotai sebagian besar adalah perahu tidak bermotor yang terutama digunakan untuk mengangkut hasil laut. Begitu pula dengan perahu bermotor tempel banyak digunakan oleh nelayan, selain digunakan untuk aktivitas pergerakan orang antar kecamatan. Untuk perahu motor sebagian besar digunakan untuk lintas antar kabupaten terutama dengan tujuan ke Pelabuhan Tobelo.

Transportasi laut merupakan transportasi utama di Pulau Morotai untuk melayani pergerakan antar kecamatan, mengingat kondisi jalan raya belum mendukung untuk pergerakan antar desa antar kecamatan. Berikut ini uraian mengenai beberapa pelabuhan yang ada di Pulau Morotai.

1.    Pelabuhan Daruba

Pelabuhan Daruba memiliki kapasitas 750 DWt dengan panjang dermaga 84 m dan kedalaman -4 m Lws. Pelabuhan Daruba digunakan untuk angkutan antar pulau (angkutan laut) dengan kapal KM Kie Raha II dan KM Kie Raha III hingga ke Bitung, Sorong dan Ternate. Kapal dengan lintas tersebut berlabuh di Pulau Morotai pada Pelabuhan Daruba di Kecamatan Morotai Selatan dan Pelabuhan Bere-Bere di Kecamatan Morotai Utara dengan frekuensi 2 kali dalam satu bulan tergantung dengan jadwal perjalanan kapal.

2.    Dermaga  Wayabula

Dermaga Wayabula merupakan pelabuhan dengan konstruksi kayu dan melayani rute antar kecamatan dengan mengangkut hasil laut yang dikirim ke Bitung oleh seorang pengusaha di Posi Posi.

3.    Dermaga Bere Bere

Untuk Dermaga Bere-Bere, pelabuhan ini melayani angkutan penumpang ke Tobelo dan disinggahi oleh KM Kie Raha II dan KM Kie Raha III dua kali dalam satu bulan. Pelabuhan ini juga sebagai tempat bongkar muat barang baik dari hasil laut maupun kebutuhan pokok.

4.    Dermaga Sopi

Untuk Dermaga Sopi, pelabuhan ini dalam proses pembangunan fasilitas pelabuhan yang dibiayai dengan APBN. Pelabuhan ini juga sebagai tempat bongkar muat barang baik dari hasil laut maupun kebutuhan pokok.

Transportasi Udara

Pulau Morotai memiliki Bandara Pitu yang merupakan bandara militer dan dikelola oleh TNI AU. Saat ini Landasan Udara TNI AU Morotai sudah melaksanakan over lay landasan menjadi panjang 2800 m dan lebar 50 m yang dilengkapi dengan apron dan taxy way sehingga sangat mendukung dalam kegiatan penerbangan. Bandara ini selain digunakan untuk kepentingan TNI Angkatan Udara juga digunakan untuk penerbangan sipil.


Baca Juga Transportasi Lainnya:



Aneka,Pulau Morotai
Mengenal  Bangkai Tank Amphibi di Morotai

Mengenal Bangkai Tank Amphibi di Morotai
Dua buah bangkai Tank Amphibi di dalam Kota Daruba Morotai, merupakan salah satu bukti nyata Morotai sebagai lokasi sejarah perang Dunia II. Yuk, kita tengok bangkai tank Amphibi yang sekarang menjadi objek wisata itu.
Akomodasi,Pulau Morotai
Daloha Resort Pulau Morotai

Daloha Resort Pulau Morotai
Daloha Resort memiliki keindahan pantai di Tanjung Dehegila. Sangat cocok bagi para pelancong yang ingin menikmati sunset secara sempurna sambil menikmati hidangan di restoran Daloha Resort.
Video,Pulau Morotai