Isra’ Mi’raj Jadi Momentum Refleksi, ASN Morotai Diajak Tingkatkan Kualitas Pengabdian
Stevi | 19 Januari 2026 | Dibaca 19 kali |

Sekda Muhammad Umar Ali saat membawakan sambutan pada Apel Gabungan dan Peringatan Isra Mi'raj

Morotai Selatan – Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, mewakili Bupati Pulau Morotai Drs. Rusli Sibua, M.Si, memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirangkaikan dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, bertempat di Halaman Kantor Bupati Pulau Morotai, pada Senin (19/1/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan ini juga menghadirkan Rektor Universitas Pasifik Morotai, Irfan Abdul Raman, ST, MT, sebagai penceramah.


Dalam sambutan tertulis Bupati Pulau Morotai yang dibacakan Sekda Muhammad Umar Ali, ditegaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk merefleksikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang relevan dengan tugas ASN, seperti kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab.

 

“Nilai-nilai spiritual Isra’ Mi’raj harus menjadi landasan moral dan etika bagi ASN dalam meningkatkan kinerja, integritas, serta kualitas pelayanan publik,” ujar Sekda.

  



Sementara itu, dalam tausiyahnya, Irfan Abdul Raman menekankan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj memiliki makna reflektif yang sangat dalam, khususnya bagi ASN sebagai entitas strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“ASN berada pada posisi yang sangat strategis, karena pada saat yang sama adalah abdi negara dan juga abdi Allah SWT,” ungkap Irfan.

 

Irfan menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj tidak hanya dipahami sebagai peristiwa historis perjalanan Rasulullah SAW, melainkan harus ditransformasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah.

 

“Perjalanan Rasulullah SAW tidak langsung menuju Sidratul Muntaha, tetapi melalui perjalanan horizontal terlebih dahulu. Ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam perjalanan hidup dan kerja, ASN harus peka terhadap realitas sosial masyarakat di sekelilingnya,” jelasnya.

 

Menurutnya, perjalanan horizontal tersebut harus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk menangkap berbagai persoalan masyarakat yang kemudian dijadikan dasar dalam perumusan kebijakan dan program pemerintah.

 

Lebih lanjut, Irfan mengutip pandangan Ibnu Arabi yang menyatakan bahwa potensi Mi’raj tidak hanya dimiliki Rasulullah SAW, tetapi juga dapat diraih oleh manusia melalui peningkatan kualitas spiritual dan sosial.

 

“Mi’raj dalam konteks kekinian adalah peningkatan kualitas diri. Jika ASN datang ke kantor hanya untuk menggugurkan kewajiban absensi tanpa memberi manfaat bagi masyarakat, maka nilai Mi’raj itu menjadi kosong,” tegasnya.

Irfan menambahkan bahwa ketulusan dalam melayani masyarakat tanpa pamrih merupakan kunci utama dalam menghadirkan nilai Mi’raj dalam tugas ASN.




Kegiatan apel gabungan dan peringatan Isra’ Mi’raj ini berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama, sebagai ikhtiar spiritual dalam mewujudkan pemerintahan yang berintegritas demi Morotai yang Unggul, Adil, dan Sejahtera. (kbg/stv)

BAGIKAN :